Dirilis di tengah kontroversi pada era 1970-an, The Message (aslinya berjudul Mohammad: Messenger of God ) berhasil memecahkan batasan artistik dengan menyajikan kisah kenabian tanpa sekali pun menampilkan wajah Nabi Muhammad SAW atau keluarganya. Teknik pengambilan gambar melalui sudut pandang (point of view) atau menggunakan kamera sebagai “mata” sang Nabi menjadikan film ini revolusioner.
The Message (1976), yang juga dikenal dengan judul Ar-Risalah
Kami tidak mendukung pembajakan. Namun, karena film ini sulit ditemukan di layanan streaming Indonesia, banyak yang terpaksa menggunakan alternatif ini.